Status Level III Siaga, Gunung Semeru Kembali Muntahkan Awan Panas Malam Ini
Ilustrasi. Gunung Semeru erupsi pada Jumat (24/4/2026). (FOTO: TIMES Indonesia)

Status Level III Siaga, Gunung Semeru Kembali Muntahkan Awan Panas Malam Ini

Gunung Semeru di Jawa Timur kembali mengalami erupsi pada Jumat (24/4/2026) malam. Tinggi kolom abu mencapai 700 meter disertai awan panas dengan jarak luncur 4,5 km. Masyarakat diminta menjauhi radius berbahaya.

TIMES Lumajang,Jumat 24 April 2026, 21:02 WIB
1.3K
F
Ferry Agusta Satrio

LumajangGunung Semeru yang terletak di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Malang, Jawa Timur, kembali mengalami erupsi pada Jumat (24/4/2026) malam. Berdasarkan laporan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), letusan terjadi pada pukul 19.59 WIB dengan disertai luncuran awan panas.

Petugas Pos Pengamatan Gunung Api (PPGA) Semeru melaporkan bahwa tinggi kolom abu teramati mencapai ± 700 meter di atas puncak, atau sekitar ± 4.376 meter di atas permukaan laut. 

"Kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal yang condong mengarah ke barat," tulis laporan resmi Badan Geologi, KESDM.

Erupsi ini terekam melalui seismogram dengan amplitudo maksimum mencapai 20 mm. Durasi getaran tercatat berlangsung selama kurang lebih 4 menit 10 detik. Selain kolom abu, erupsi kali ini juga diikuti oleh awan panas dengan jarak luncur mencapai 4,5 kilometer dari pusat kawah.

Hingga saat ini, aktivitas Gunung Semeru masih bertahan pada Status Level III (Siaga). PVMBG mengeluarkan sejumlah rekomendasi ketat bagi masyarakat maupun wisatawan, di antaranya larangan total melakukan aktivitas di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan sejauh 13 kilometer dari pusat erupsi. Di luar jarak tersebut, masyarakat juga diminta menjauhi sempadan sungai pada radius 500 meter di sepanjang Besuk Kobokan guna menghindari risiko perluasan awan panas dan aliran lahar yang dapat mencapai jarak hingga 17 kilometer dari puncak.

PVMBG juga memberlakukan zona larangan aktivitas dalam radius 5 kilometer dari kawah atau puncak Gunung Semeru karena kerawanan terhadap bahaya lontaran batu pijar. Masyarakat juga diimbau untuk tetap waspada terhadap potensi awan panas, guguran lava, dan aliran lahar di sepanjang lembah yang berhulu di puncak gunung, terutama pada jalur Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat. Kewaspadaan serupa juga ditekankan bagi sungai-sungai kecil yang merupakan anak sungai dari Besuk Kobokan guna mengantisipasi ancaman lahar susulan. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Berita ini juga tayang di portal nasional

Baca versi lengkapnya di jaringan nasional kami.

Baca di sini
Penulis:Ferry Agusta Satrio
|
Editor:Deasy Mayasari

News Logo

Media Online No 1 Pembangun Ketahanan Informasi di Lumajang, Menyajikan Berita Terkini Seputar Berita Politik, Bisnis, Olahraga, Artis, Hukum, yang membangun, menginspirasi, dan berpositif thinking berdasarkan jurnalisme positif.

Kanal Utama

    Kontak Kami

    • Jl. Besar Ijen No.90, Oro-oro Dowo, Kec. Klojen, Kota Malang, Jawa Timur 65116
    • (0341) 563566
    • [email protected]

    Berlangganan

    Dapatkan berita terbaru langsung di inbox Anda

    Member Of

    Logo WANIFRALogo AMSILogo Dewan PersLogo Trusted

    SUPPORTED BY

    Logo Varnion
    © 2025 TIMES Indonesia. All rights reserved.