TIMES LUMAJANG, JAKARTA – Indonesian Business Council (IBC) menggelar Indonesian Economic Summit 2026 (IES 2026) di Hotel Shangri-La, Jakarta pada 3–4 Februari 2026.
Forum ini dihadiri delegasi dan pembicara dari 53 negara yang terdiri dari unsur pemerintah, dunia usaha, investor global, akademisi, serta mitra internasional.
IES 2026 menegaskan arah pembangunan ekonomi jangka panjang Indonesia yang bertumpu pada peningkatan kualitas investasi, penguatan sumber daya manusia, serta percepatan transisi menuju ekonomi hijau yang berdaya saing. Forum ini juga memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu tujuan investasi utama di kawasan.

Sejumlah tokoh nasional dan internasional hadir sebagai pembicara dalam forum, ini.
Mereka di antaranya Menteri Koordinator Bidang Perekonomian RI Airlangga Hartarto, Premier Sarawak Datuk Patinggi Tan Sri Abang Abdul Rahman Zohari, Chairman ICCD Abdullah Saleh Kamel, Utusan Khusus Australia untuk Asia Tenggara Nicholas Moore AO, serta mantan Menteri Perdagangan Internasional Kanada Mary Ng.
Dalam berbagai sesi diskusi, investasi berkualitas menjadi sorotan utama sebagai pilar penguatan daya saing dan ketahanan ekonomi nasional. Fokus pembahasan mencakup kepastian regulasi, kelayakan proyek, serta penyelarasan kebijakan industri untuk menarik investasi jangka panjang bernilai tambah.
Utusan Khusus Presiden RI untuk Iklim dan Energi, Hashim Djojohadikusumo, menegaskan bahwa transisi hijau merupakan peluang strategis bagi Indonesia. Menurutnya, keberlanjutan tidak menjadi beban pembangunan, melainkan sumber keunggulan dalam persaingan ekonomi global.
Chair of Board of Trustees IBC, Arsjad Rasjid, menyampaikan bahwa strategi investasi nasional perlu ditopang oleh kepastian, permodalan, dan kapabilitas. Ia menekankan pentingnya tata kelola yang kuat guna mengonversi minat global menjadi peningkatan produktivitas dan penciptaan lapangan kerja.

Selain investasi, penguatan sumber daya manusia juga menjadi perhatian utama. Diskusi menyoroti pentingnya penciptaan lapangan kerja produktif dan peningkatan kualitas tenaga kerja melalui koordinasi kebijakan lintas sektor.
Chief Operating Officer IBC, William Sabandar, menyatakan bahwa pertumbuhan ekonomi berkualitas hanya dapat dicapai apabila investasi diarahkan untuk memperkuat kapasitas SDM dan selaras dengan kebutuhan industri.
Menutup rangkaian kegiatan, IES 2026 menegaskan perannya sebagai forum strategis untuk menyelaraskan kebijakan publik dan kebutuhan dunia usaha, sekaligus memperkuat posisi Indonesia dalam peta ekonomi global sebagai tujuan investasi jangka panjang yang berkelanjutan. (*)
Artikel ini sebelumnya sudah tayang di TIMES Indonesia dengan judul: IES 2026, Indonesia Bidik Pertumbuhan Jangka Panjang Berbasis Investasi dan SDM
| Pewarta | : Sutrisno |
| Editor | : Ronny Wicaksono |